Semarapura, 5 Agustus 2016
Penataan Kawasan Pura Watuklotok merupakan salah satu upaya strategis Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam mendukung pelestarian kawasan suci sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur yang berorientasi pada kenyamanan masyarakat. Penataan ini bertujuan mewujudkan kawasan Pura Watuklotok yang lebih tertata, aman, nyaman, dan representatif, tanpa mengurangi nilai-nilai kesakralan serta kelestarian budaya Bali yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Melalui penataan infrastruktur kawasan, peningkatan aksesibilitas, penyediaan fasilitas pendukung, penataan ruang terbuka, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, diharapkan kawasan Pura Watuklotok mampu memberikan kenyamanan bagi umat Hindu dalam melaksanakan persembahyangan, sekaligus mendukung aktivitas masyarakat dan wisatawan yang berkunjung. Seluruh proses penataan dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara fungsi spiritual, sosial, budaya, dan lingkungan sehingga kawasan tetap terjaga kesuciannya serta mampu mengakomodasi kebutuhan pengunjung secara optimal.
Dalam pelaksanaannya, setiap tahapan pekerjaan mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan, penghormatan terhadap kearifan lokal, serta penerapan konsep pembangunan yang selaras dengan filosofi Tri Hita Karana, yaitu menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan (Parhyangan), manusia dengan sesama (Pawongan), dan manusia dengan lingkungan (Palemahan). Dengan demikian, penataan kawasan tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas fisik infrastruktur, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan nilai-nilai spiritual yang melekat pada kawasan suci tersebut.
Ke depan, Penataan Kawasan Pura Watuklotok diharapkan mampu menjadi contoh pengembangan kawasan berbasis pelestarian budaya yang berkelanjutan. Selain memperkuat fungsi Pura Watuklotok sebagai pusat kegiatan keagamaan, penataan ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata religi dan budaya di Kabupaten Klungkung, sehingga memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, menjaga warisan budaya Bali, serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Salam Mahottama.